Dugaan itu didukung dengan belum ditemukan selongsong dari peluru yang digunakan pelaku.
"Memungkinkan sekali pelakunya orang profesional, karena selongsong tidak ditemukan. Hanya proyektil peluru serta pecahannya," kata Ketua Badan Pekerja
Kontras Surabaya Andy Irfan saat jumpa pers di rumah Luthfi Khaifidz Jalan Raya Cokro, Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Senin (9/8/2010).
Orang profesional, menurut Andy, bisa diduga adalah oknum aparat keamanan, pelaku premanisme yang benar-benar menguasai senjata api. Kontras menilik aksi penembakkan ini hanya untuk melakukan teror terhadap korban, karena terkait kasus-kasus pendampingan hukum yang terakhir-terakhir ini dilakukan.
"Ini jelas terkait kasus-kasus pendampingan yang dilakukan korban. Dan pelakunya orang yang memahami betul senjata api," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu Kontras mendesak aparat kepolisian serius dalam menyelidiki kasus penembakkan ini. Dan segera meliris hasil uji balistik proyektil yang ditemukan di lokasi kejadian.
"Kami meminta polisi segera meliris hasil penyelidikan yang mengungkap jenis senjata, dan peluru. Hingga dapat diketahui siapa pelaku penembakkan," ujar Andy.
Kontras berharap dilibatkan dalam upaya penyelidikan mengungkap pelaku penembakan. Karena hingga kini penyelidikan hanya dilakukan oleh polisi saja. "Dalam penyelidikan, kami meminta dilibatkan," tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, rumah Luthfi Khafid (45), Ketua Umum Solidaritas Perjuangan Buruh Indoensia (SPBI) diberondong peluru orang tak dikenal, Sabtu (7/8/2010), dini hari. Tidak ada korban jiwa atau luka dalam aksi penembakkan ini. Kaca dan tembok rusak akibat tembakan. (wln/wln)










































