Rumah tersebut milik Nur Kosim (29), yang selama ini tinggal bersama ibunya Marsih (60). Seketika itu, Kosim dan ibunya langsung menghentikan kegiatan bertaninya untuk melihat apa yang terjadi.
"Pas datang dari sawah, saya sudah melihat rumah habis terbakar. Seluru isinya ludes. Termasuk perabot rumah tangga, surat-surat berharga dan sejumlah harta benda yang ada di dalamnya," kata Kosim di lokasi kejadian, Sabtu (7/8/2010).
Warga berkeyakinan bahwa kebakaran yang menimpa rumah milik Kosim karena ledakan tabung gas, alasanya, sesaat sebelum kebakaran terjadi, sejumlah warga sempat mendengar dua kali suara ledakan keras dari rumah Kosim.
"Kalau menurut saya, kemungkinan besar kebakaran itu karena ledakan elpiji. Soalnya, sebelum kebakaran sempat terdengar ledakan yang sangat keras. Bahkan, ledakan itu terdengar dua kali," tutur Asrori, salah satu warga.
Bahkan, dugaan tersebut dikuatkan oleh pengakuan Nur Kosim sendiri. "Saya juga beranggapan seperti itu (penyebabnya elpiji meledak). Sebab, kalau akibat konsleting listrik sepertinya tidak mungkin. Setiap berangkat ke sawah, saya selalu mencabut semua kabel yang menancap di stop kontak," ujarnya.
Tak hanya itu, pemuda yang masih betah melajang ini juga mengaku sempat mendengar suara ledakan keras saat dia dan ibunya, Marsih edang sibuk di sawah. Namun, ia sama sekali tidak menyangka bahwa ledakan keras itu berasal dari rumahnya sendiri. Bahkan, ia tahu bahwa rumahnya telah terbakar juga setelah dikabari oleh sejumlah tetangganya.
Sejumlah warga sempat berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Tak hanya itu, dua unit mobil pemadam kebakaran juga nampak sibuk menjinakkan api. Namun sayang, saat api berhasil dipadamkan, rumah sudah ambrik dan seluruh isinya habis dimakan si jago merah.
"Kalau ditotal, kerugiannya ada sekitar Rp 100 juta. Wong semua habis terbakar," ungkap pemuda yang masih betah melajang ini.
(wln/wln)











































