Meski begitu Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) masih terus berupaya untuk melakukan peninggian tanggul.
Setelah bekerja keras selama hampir 2 jam, lumpur yang sejak pukul 17.00 WIB mengalir deras yang mengancam rel kereta api dan Jalan Raya Porong sudah terhenti, Jumat (6/8/2010).
Dari pengamatan detiksurabaya.com, pukul 19.30 WIB, ketinggian sirtu yang digunakan untuk membendung luberan lumpur di titik 21 setinggi 40 centimeter,
dengan panjang 50 meter serta lebar 4 meter.
"Peninggian sekitar 2 meter," ujar Wakil Humas BPLS Achmad Khusairi saat dihubungi.
(bdh/gik)










































