Sejumlah warga dari Siring Barat dan Jatirejo Barat bergerombol menghadang kendaraan yang sedang mengangkut karung pasir. Warga yang tidak masuk dalam peta terdampak lumpur menolak tanggul yang dalam kondisi kritis itu dibentengi dengan karung pasir.
"Biar jebol sekalian. Biar kita jadi korban langsung," kata seorang warga sambil teriak-teriak. Warga tersebut mengaku kecewa karena selama ini desanya tidak mendapat ganti rugi seperti korban lainnya. "Biar adil, biar semua merasakan penderitaan kami," katanya, Jumat (6/8/201.
Menurut Korlap aksi dari Desa Jatirejo, Iwan (31), dia dan warga lainnya berharap ganti rugi segera diberikan pada warga yang tinggal di Jatirejo Barat dan Siring Barat. "Kita kecewa karena saat ini warga 9 RT di 2 desa belum ada ganti rugi. Apakah menunggu desa kami tenggelam?" kata dia mempertanyakan sikap Lapindo Brantas Inc dan pemerintah.
Dirinya dan warga lain kata Iwan meminta adanya payung hukum soal kepastian nasib mereka. "Kita minta ada payung hukum apalagi sewaktu-waktu dimusim kemarau lumpur meluber apalagi jika musim hujan," tuturnya.
Petugas dari Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) yang ada di lokasi langsung melakukan negosiasi dengan warga. Hasilnya warga melunak dan mengizinkan mobil yang mengangkut karung pasir diizinkan masuk lokasi tanggul yang meluber. Sementara itu 3 truk pengangkut pasir dan batu serta alat berat sudah berada di lokasi.
(wln/wln)










































