Puluhan warga Desa Pamoroh, Kecamatan Kadur, Pamekasan-Madura, Kamis (5/8/2010) malam menangkap seorang nenek renta yang melintas sendirian di jalan desa. Warga menaruh curiga lantaran saat disapa dan ditegur, wanita yang diperkirakan berumur 65 tahun tak juga menjawab warga.
Melihat sikap nenek berkebaya dan berjilbab warna merah muda tetap membisu danĀ termakan isu SMS liar yang waspadai penculikan anak bergentayangan, warga langsung menggelandang nenek asing itu ke rumah Kepala Desa Pamoroh, Hairul.
"Karena massa mulai marah, saya akhirnya membawa nenek asing itu ke kantor polsek," kata Hairul, Jumat (6/8/2010).
Di kantor Polsek Kadur, sang nenek tetap tak menjawab setiap pertanyaan polisi.
Selidik punyak selidik, ternyata sang nenek itu tuli dan bisu.
"Mulutnya hanya bisa menganga tanpa berkata-kata sepatah katapun," ujar Kapolsek Kadur, AKP Syakarani yang dihubungi setelah mengantar nenek asing itu ke Mapolres Pamekasan Jalan Stadion.
Beruntung ada anggota polisi yang mengenal nenek renta itu. Nenek asing yang hingga kini belum dikenal namanya itu, ternyata masih kerabat seorang warga yang tinggal di Jalan Veteran Kota Pamekasan. Tanpa diperiksa lebih jauh, polisi pun mengantar sang nenek ke rumah kerabatnya tersebut.
Sebelum kejadian ini, seorang nenek yang lain, nyaris diamuk massa di kawasan Perumahan Nylabu Permai, Senin (26/7/2010) lalu. Nenek asing itu, ditangkap massa saat beristirahat di teras masjid sembari mengamati anak-anak yang sedang belajar mengaji. Setelah pertanyaan tak terjawab, akhirnya warga membawa sang nenek ke Mapolsek Kota Pamekasan. Polisi pun akhirnya membawa nenek asing itu ke Kantor Dinas Sosial Pamekasan.
(fat/fat)











































