Di halaman belakang rumkit Pamekasan yang berlokasi di Jalan Raya Panglegur agaknya menjadi tempat ideal ber-ML ria. Seperti yang dilakukan Sawi dan Nurani, Rabu malam lalu. Terbukti sebulan lalu 2 penunggu pasien juga ditangkap saat ML.
Menurut seorang petugas satpam yang enggan menyebut namanya bahwa pihaknya pernah menangkap pasangan yang sedang ber-ML ria di teras mushola rumkit.
"Motifnya mirip dengan pasangan yang tertangkap Rabu malam kemarin," kata seorang satpam berbadan gempal kepada detiksurabaya.com, Jumat (6/8/2010).
Pasangan yang tertangkap sebulan lalu itu, sama-sama sedang menunggu kerabatnya yang sedang opname di ruang paviliun. Sayangnya, satpam itu mengaku lupa dengan identitas pelaku cabul sebulan lalu.
"Tapi yang pasti, sejak rumah sakit pindah ke gedung baru 2 tahun lalu, kami baru 2 kali menangkap basah pasangan cabul. Yang terakhir adalah Sawi dan Nuraini itu," jelasnya.
Sedangkan kejadian cabul di rumkit lama yang berlokasi di Jalan Stadion hanya sekali. Tapi lokasi kejadian sama-sama di bagian belakang rumkit. "Saya lupa tahun berapa kejadian cabul yang terjadi di rumkit lama. Tapi yang pasti pelakunya adalah istri seorang penjual bakso dengan abang becak yang mangkal di pojok rumkit. Kasusnya berlanjut ke ranah hukum," imbuh satpam yang fasih berbahasa Jawa itu.
Ironisnya, perbuatan cabul istri penjual bakso dan abang becak itu dilakukan di balik tembok tower air di sebelah kamar mayat rumkit lama. Lantas kenapa halaman belakang rumkit menjadi tempat pilihan pasangan selingkuh cabul ? Jawabannya adalah halaman belakang rumkit, baik yang lama maupun rumkit baru sama-sama minim penerangan lampu.
Termasuk di selasar teras paviliun dan kawasan mushola di rumkit baru tersebut. "Untuk meminimalisir kasus perbuatan cabul itu, alangkah baiknya pihak manajemen rumah sakit menambah lampu-lampu di halaman belakang," pungkasnya. (fat/fat)










































