"Kalau seperti ini kan kasihan anak-anak, mereka sudah jauh-jauh datang kesini, tapi ternyata gak ada pertandingan," ungkap salah seorang dedengkot Bonekmania Amin Gimbal, saat berbincang santai dengan detiksurabaya.com di Stasiun Kediri Kota, Kamis (5/8/2010).
Menurut lelaki berambut gimbal ala rastamania tersebut, mereka bukan saja kecewa pertandingan urung digelar, tapi juga karena belum ada keputusan siapa yang keluar jadi pemenang dalam laga tunda yang terlunta-lunta tersebut.
Padahal jika pertandingan batal dan Persik, sebagai tuan rumah, dinyatakan kalah WO karena tak bisa menggelar laga maka Persebaya akan lolos ke babak playoff untuk memelihara asa bertahan di ISL, menantang Persiram Raja Ampat di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (8/8/2010) mendatang.
"Lha kalau seperti ini mau seneng, apa juga yang disenengi. Sudah jauh-jauh nggak ada hasil yang didapatkan," ujar Amin.
Bonek Dipulangkan
Sementara dari pantauan detiksurabaya.com di Stasiun Kediri Kota, proses pemulangan Bonekmania terus dilakukan tidak hanya menggunakan kendaraan trantis, tapi juga dengan menyewa truk angkutan barang. Sedikitnya 28 truk disewa untuk mengangkut Bonekmania sampai ke perbatasan Kabupaten Kediri dan Jombang.
"Sampai Kertosono, di sana sudah ada rekan-rekan dari Polres Jombang yang akan mengantarkan Bonekmania, begitu juga selanjutnya terus estafet sampai mereka tiba di Surabaya," ungkap Kapolres Kediri Kota AKBP. Mulia Hasudungan Ritonga kepada wartawan.
Sebelumnya, laga tunda antara Persik vs Persebaya pada hari ini urung digelar setelah pihak Persebaya menolak bertanding dengan argumentasi Persik tak memegang izin tanding di Kediri. Persebaya hanya mau berlaga di luar Jawa Timur.
Meski demikian, dari pembatalan tersebut tidak didapatkan adanya tim yang kalah dan menang, karena penentuannya menunggu investigasi yang dilakukan PT.Liga Indonesia.
(fat/fat)











































