Kritik Ledakan Gas Elpiji Melalui Karnaval

Kritik Ledakan Gas Elpiji Melalui Karnaval

- detikNews
Kamis, 05 Agu 2010 14:59 WIB
Kritik Ledakan Gas Elpiji Melalui Karnaval
Pamekasan - Cukup kreatif. Itulah komentar sejumlah penonton karnaval Agustusan yang digelar sebuah sekolah kejuruan negeri di Kota Pamekasan. 5 Orang siswi tampak merekayasa sebuah topi yang ditempel miniatur tabung elpiji 3 kg. Di badan miniatur tabung itu tertulis "Awas Bocor" dan "Awas Rusak."

Agar kritikan lebih membumi, ditengah barisan pembawa miniatur tabung elpiji 3 kg itu disulut mercon asap. Kontan saja ledakan kecil mercon mengagetkan banyak penonton. "Waduh, tabungnya meledak," celetuk Lastri, seorang ibu rumah tangga yang menonton karnaval Agustusan di Jalan Jokotole, Kamis (5/8/2010).

Barisan siswa pembawa topi dengan miniatur tabung elpiji 3 kg itu, memang banyak menyedot perhatian penonton. Barisan ini dipastikan mendapat aplaus setiap kali melintas di depan penonton karnaval. "Lucu dan kreatif," kesan beberapa penonton.

Salah seorang siswa yang mengenakan topi berminiatur tabung gas elpiji, mengatakan, tampilan dirinya beserta empat orang kawannya itu merupakan ide spontanitas. Apalagi, para siswa sekolah lainnya lebih banyak memilih mengenakan busana tradisional, kontempores maupun busana kerja kantoran.

"Karena saban tahun busana-busana itu diperagakan dalam setiap karnaval, maka kami mengusulkan kepada guru pembimbing agar memilih busana yang berbeda. Lalu munculah ide merekayasa sebuah topi dengan miniatur tabung gas bertengger di atasnya. Selain bisa dijadikan media mengkritisi kebijakan pemerintah, sekaligus bisa tampil beda dalam karnaval," tutur Astrid, yang kini duduk di kelas XI SMK Negeri 2 Pamekasan.

Ide membuat topi berminiatur tabung gas itu muncul, setelah Astrid sering membaca berita ledakan gas elpiji yang memakan korban jiwa dan materi ratusan juta rupiah. Sebagai penggagas ide, Astrid akhirnya meminta kakaknya untuk mendisain topi dengan miniatur tabung gas 3 kg. Biar lebih menarik, badan tabung ditulis dengan tulisan himbauan. "Awas bocor" dan "Awas Rusak."

Dan suara ledakan mercon asap cukup mengagetkan penonton yang membuat mereka lebih memperhatikan poster bertuliskan seruan atas bahayanya gas eliji. Poster itu dikalungkan di dada Astrid dan empat orang kawannya. Tampilan yang cukup kreatif untuk sebuah karnaval di kota kecil seperti Pamekasan.

(fat/fat)
Berita Terkait