Diduga Penculik Anak, Pemuda Stress Nyaris Dihajar Massa

Diduga Penculik Anak, Pemuda Stress Nyaris Dihajar Massa

- detikNews
Kamis, 05 Agu 2010 14:15 WIB
Lumajang - Gencarnya isu penculikan anak, membuat masyarakat Desa Mojo, Kecamatan Padang gelap mata. Ratusan warga mendatangi balai desa setelah mendapat kabar kalau ada seorang pemuda yang diduga pelaku penculikan tertangkap dan diamankan. Warga pun melakukan pengepungan terhadap balai desa dan suasana tegang sempat terasa.

Kejadian itu terjadi pada Rabu (4/8/2010) malam. Belakangan diketahui pemuda itu bernama Hernanto (25) asal Dusun Brongkos, Desa Sumberjaya, Kecamatan Jeruk Wolu, Kabupaten Blitar. Hernanto ternyata mengalami gangguan mental.

Hernanto ditemukan kerkeliaran di desa setempat, tanpa tujuan yang jelas dan menakuti anak-anak kecil yang baru pulang dari mengaji. Hal itulah yang kemudian memancing munculnya isu tersebut hingga terjadilah aksi massa tersebut. Beruntung, aksi warga berhasil diredam puluhan aparat Polres Lumajang dan Polsek Padang yang didatangkan ke lokasi.

Petugas yang berjumlah lebih dari 50 personel yang terdiri dari aparat Polres Lumajang, Polsek Padang dan sejumlah personel BKO dari Polsek Gucialit dan Sukodono yang dipimpin Kapolres Lumajang AKBP Tejo Wijanarko, berhasil menenangkan dan memberi pengertian pada warga.

Selanjutnya, Hernanto dievakuasi ke Mapolres Lumajang untuk penyidikan intensif guna menguak jadi dirinya. Ternyata, dalam proses pemeriksaan ini, petugas juga mendapatkan keganjilan atas diri Hernanto yang tampak stress. Bahkan, petugas kesulitan mengetahui identitasnya karena tidak ada identitas diri yang dikantonginya.

Petugas memastikan Hernanto memang stres dan didapat informasi bahwa pemuda ini sebelumnya juga pernah membuat keributan dengan tudingan yang sama di Probolinggo. Hernanto pun dilepaskan kembali untuk dipulangkan petugas.

Kanit Reskrim Polsek Padang Aiptu Dewandono mengatakan isu jika Hernanto adalah pelaku penculikan anak, sejauh ini tidak bisa dibuktikan.

"Karena, Hernanto hanya dicurigai karena gelagatnya mencurigakan dan bukan warga setempat. Apalagi, ia tidak membawa identitas diri. Karena hanya kecurigaan, kami memberikan pemahaman kepada warga agar tidak bertindak anarkis," kata Aiptu Dewandono.

Dewandono untuk mengantisipasi agar tindakan yang sama tidak lagi terulang, pihaknya telah melakukan penyuluhan kepada warga tentang prosedur hukum sebenarnya.

"Upaya penyuluhan ini akan ditindaklanjuti dengan persuasif petugas Babinkamtibmas. Karena, isu penculikan anak ini sangat rentan memancing aksi massa hingga berpotensi melakukan tindakan main hakim sendiri, seperti yang terjadi tadi malam. Untuk itu warga diminta agar tidak termakan isu yang menyesatkan seperti itu," pungkasnya. (wln/wln)
Berita Terkait