Ironisnya, pembunuhan sadis itu terjadi di depan Subhan (11), anak bungsu korban. Lantaran takut ikut dibacok, Subhan hanya terdiam sembari berjongkok di pojok kamar.
"Pembunuhan itu terjadi sekitar jam sembilan tadi malam itu," ujar Supardi, Kepala Dusun Campalok Barat, Rabu (4/08/2010).
Menurut Supardi, pembunuhan sadis yang diduga bermotif santet itu terjadi disaat Ny Anisa (50), istri korban, sedang menghadiri pengajian di rumah tetangganya.
Usai membantai korban, dua orang pelaku yang menutup wajah dengan kain sarung, langsung kabur. Lokasi kejadian yang memang berbukit dan diapit hutan mahoni itu, memudahkan pelaku kabur dikegelapan malam.
Supardi menambahkan, mengetahui pembunuh ayahnya kabur, Subhan langsung menjemput ibunya di tempat pengajian. Dengan berbisik Subhan mengatakan, "Bu, ayah dibunuh dua orang asing. Mereka membacok sambil menuding ayah tukang santet."
Tentu saja cerita Subhan kepada ibunya langsung membuat gaduh acara pengajian. Puluhan peserta pengajian dan warga langsung memadati rumah korban. Sebagian warga lainnya berusaha mengejar sang pelaku.
Menurut Subhan, kedua orang pelaku itu bertubuh tinggi kurus dan yang satunya berbadan tambun. "Kami sedang mengembangkan kasusnya," kata Kapolsek Batumarmar, AKP Osa Maliki.
(bdh/bdh)











































