Jelang Ramadan, Peredaran Daging Basi Ditemukan

Jelang Ramadan, Peredaran Daging Basi Ditemukan

- detikNews
Rabu, 04 Agu 2010 13:58 WIB
Jelang Ramadan, Peredaran Daging Basi Ditemukan
Kediri - Menjelang ramadan, permintaan daging sapi di Kabupaten Kediri mengalami lonjakan. Namun sayang, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kediri menemukan daging basi yang dipasarkan.

Temuan daging basi terjadi dalam inspeksi mendadak ini ditemukan di Pasar Pamenang, Kecamatan Pare. Indikasinya, dari 6 stand yang didatangi dan dilakukan pemeriksaan denganĀ  waterproof, rata-rata menjajakan daging dengan kadar keasaman (PH) di atas kewajaran yaitu 5,5-7.

"Jadi kalau PH-nya diatas 7 biasanya memang kadar keasamananya lebih, yang
berarti daging ini sudah lama," kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan
Kabupaten Kediri Sri Suparmi, kepada wartawan di sela inspeksi mendadak, Rabu
(4/7/2010).

Indikasi lain temuan daging basi, kata Sri, ditunjukkan pada tampilan daging yang tampak lebih gelap di bagian luar, sementara di dalamnya masih segar. Dari temuan tersebut pihaknya meminta pedagang untuk menyisihkan dan tidak menjualnya kepada konsumen.

"Kalau yang birunya tampak sangat gelap kami minta disisihkan, tapi kalau samar-samar dikupas luarnya dan dijual dalamnya saja," imbuh Sri.

Sri juga mengatakan, meski diketahui basi daging yang ditemukan dalam inspeksi
tersebut dipastikan aman dikonsumsi. "Ya itu tadi, luarnya yang biru dibuang dan
yang dimasak kami sarankan yang dalamnya saja," tegasnya.

Sementara Mujazanah, salah seorang pedagang daging di Pasar Pamenang mengatakan, dia dan sejumlah pedagang lain terpaksa menjual daging basi karena tak ingin merugi. Diakuinya, daging basi tersebut merupakan sisa dari dagangan hari
sebelumnya, yang membiru karena disimpan dalam freezer.

"Kalau dibuang kan eman-eman, Mas," ujar Mujazanah kepada detiksurabaya.com.

Mujazanah juga menampik anggapan daging basi yang dijajakannya berbahaya. Dia
sendiri mengaku sudah terbiasa memasak daging yang didapati basi, dan sejauh ini
diakui aman. "Tadi ibu-ibu dari dinas kan juga sudah bilang, aman kalau yang
dimasak bagian dalamnya saja," elaknya.

(fat/fat)
Berita Terkait