Korban terjatuh saat menurunkan bendera UKM Pecinta Alam Jonggring, yang juga ikut di dalam organisasi itu. Keterangan yang dihimpun detiksurabaya.com, saat itu korban berusaha membersihkan bendera yang dibentangkan di atap Gedung A3 setinggi kurang lebih 15 meter setelah proses orientasi mahasiswa baru selesai.
Diduga karena tidak melengkapi diri dengan pengaman, mahasiswa jurusan Akutansi ini terjatuh dan kepalanya membentur tanah hingga tewas di lokasi. Para mahasiswa mengetahui kejadian ini langsung melarikan mahasiswa semester III ini ke RSSA Malang, dan melaporkan kejadian ini ke polisi.
"Korban mau menurunkan bendera UKM usai ospek digelar hari ini. Saat itu bendera dibentangkan di Gedung A3 mempunyai terdiri dari tiga lantai," kata Zulkarnaen Pembina UKM Pecinta Alam Jonggring Universitas Negeri Malang kepada wartawan di RSU dr Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Zulkarnaen menambahkan, diduga warga Jalan Diponegoro RT1/RW1, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, ini tidak menggunakan prosedur saat membersihkan bendera. Padahal sebelumnya, korban sempat menggelar demo pemanjatan bagi mahasiswa baru UKM Pecinta Alam Jonggring dan melengkapi dirinya dengan tali pengaman.
"Mungkin ini karena korban tidak menggunakan prosedur, yakni tidak mengenakan tali pengaman," ungkap Zulkarnaen.
Meski begitu Zulkarnaen memastikan bahwa pada saat kejadian itu kegiatan ospek telah selesai. "Tadi saat kejadian tinggal bersih-bersih saja, kebetulan saja korban yang menginginkan untuk menurunkan bendera itu," terangnya.
Sementara dari hasil penyelidikan petugas, memastikan bahwa korban ini tewas akibat kecelakaan. "Ini murni kecelakaan," ujar Kapolsekta Lowokwaru AKP Gatot Suseno saat dihubungi. (fat/fat)











































