Tak Ada Restu Orangtua Pacar, Picu Korban Gantung Diri

Pacaran Digerebek

Tak Ada Restu Orangtua Pacar, Picu Korban Gantung Diri

- detikNews
Senin, 02 Agu 2010 16:12 WIB
Tak Ada Restu Orangtua Pacar, Picu Korban Gantung Diri
Tuban - Kenekatan Siswoto (22) mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri usai digerebek saat pacaran berawal dari tak ada restu dari Mu'azir, orangtua kekasihnya, Maimunah (17).

Pedagang kain keliling asal Desa Compreng, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban ini menginginkan anaknya menamatkan sekolah dari pada harus menikah di usia muda. Sementara pemuda asal Desa Tunah, Kecamatan Semanding dan pacarnya saling mencinta dan ingin segera menikah.

Informasi yang dihimpun dari petakziyah di rumah almarhum Siswoto menyebutkan, sebenarnya kisah cinta antara Siswoto dan Maimunah telah lama berlangsung. Bahkan teman-teman sekampung pria yang sehari-hari berjualan legen itu sudah tak asing dengan kemesraan mereka.

"Kalau masalah hubungan Siswoto dengan pacarnya itu sudah lama Mas. Tapi sepertinya orangtua dari cewek itu gak setuju," kata Martono (23) kawan akrab Siswoto saat ditemui di rumah duka di Desa Tunah, Kecamatan Semanding, Tuban, Senin (2/8/2010).

Sedangkan orangtua Siswoto tak tahu menahu hubungan asmara anaknya. Mereka lebih memikirkan kelangsungan kehidupan keluarganya. Keluarga tak mampu ini juga tak mampu membiayai sekolah Siswoto yang hanya lulus SMP.

Sedangkan sejumlah warga Desa Compreng yang ditemui menyatakan, hubungan cinta Maimunah dengan Siswoto sudah lama dicium warga. Bahkan, mereka suka mengintip pasangan ini jika tengah kencan diam-diam di sekitar rumah maimunah.

"Pak Muazir sebenarnya kan tidak menyetujui hubungan mereka. Tapi dasar kedua anak muda itu saja yang nekad,"    kata M Miskan yang diamini sejumlah pemuda desa setempat yang ditemui di warung kopi Desa Compreng, Kecamatan Widang, usai jenazah Siswoto dibawa ke RSUD Dr R Koesma-Tuban.

Karena tak disetujui namun keduanya saling mencintai, mereka seringkali melakukan pertemuan. Bahkan, beberapa kali pemuda itu masuk ke kamar Maimunah lewat jendela. "Kami sudah mengingat kepada pemuda itu, tapi masih saja nekat. Makanya tadi malem kita gerebeg, namun dia berhasil lari," kata Suwandi, pemuda desa setempat.

Sialnya begitu digerebek berhasil kabur, rupanya Siswoto makin nelangsa. Hingga kemudian ia nekad mengakhiri hidup dnegan cara gantung diri.

Sebelumnya gara-gara malu saat pacaran digerebek, Siswoto (22) warga Desa Tunah, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban nekat gantung diri di rumah pacarnya,  Maimunah (17) Desa Compreng, Kecamatan Widang, Tuban, Senin (2/8/2010) dini hari.

Jasad pemuda yang mengenakan kaos singlet hitam dengan celana jeans biru itu, ditemukan menggelantung di atas pohon mangga belakang rumah kekasihnya. Lehernya terikat tampar dari lilitan pelepah pohon pisang, lidahnya menjulur dengan wajah merah kebiruan.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini