Informasi yang berhasil dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, 2 korban
tersebut adalah Tri Mariono (40) dan Samijan (39), warga Lingkungan Corekan,
Kelurahan Kaliombo, Kecamatan Kota, yang tercatat sebagai penjaga palang pintu kereta api. Nama pertama bahkan harus menjalani rawat inap di RSUD Gambiran karena luka yang cukup parah di bagian pelipis.
"Pasien atas nama Pak Samijan hanya luka memar di tangan, kalau Pak Tri Mariono robek di pelipis dan harus mendapatkan jahitan," ungkap salah seorang parawat di UGD RSUD Gambiran, tanpa mau menyebutkan namanya, Senin (2/8/2010).
Sementara, Tri Mariono ditemui disela menjalani perawatan mengatakan, kenaasan dirinya bermula saat hendak pergi ke warung dengan menyusuri rel kereta api. Dari sikap simpatik yang sebelumnya ditunjukkan Aremania, mendadak terjadi lemparan batu yang sebagian diantaranya mengenai dirinya.
"Awalnya mereka melambaikan tangan, saya pikir damai, eh nggak tahunya langsung ada lemparan. Saya sendiri sempat sembunyi, tapi tetap saja kena," ceritanya kepada wartawan.
Diceritakanya juga, dari lemparan yang dilakukan Aremania, warga sempat
memberikan perlawanan hingga terjadi perang batu. Meski demikian kejadian ini tak berlangsung lama karena kereta melaju dengan cepat.
"Saya sendiri sempat diingatkan janga lewat dulu, katanya akan ada Aremania. Tapi saya pikir masih lama, makanya saya beranikan diri ke warung," imbuhnya.
Sementara pantauan detiksurabaya.com di Stasiun Kediri Kota, hingga pukul 13.20 WIB kondisi tampak kondusif, meski sekitar 100 orang personel kepolisian masih disiagakan. Kekhawatiran adanya serangan susulan tidak terbukti, karena 2 kereta dari arah Stasiun Kertosono yang diduga akan membawa rombongan Aremania tampak sepi.
Sebelumnya, aksi brutal ditunjukkan Aremania dalam perjalanan pulang ke Malang, usai memberikan dukungan pada timnya dalam laga fibal Piala Indonesia di Solo.
Diduga karena tim kesayangannya kalah, mereka melaspiaskan kekecewaan dengan melakukan pelemparan batu, hingga mengakibatkan puluhan rumah warga di Kota Kediri mengalami kerusakan.
(bdh/bdh)











































