"Ada 2 kereta yang kemungkinan bisa ditunggangi, yaitu Dhoho jurusan Surabaya-Malang dan Kahuripan dari Bandung. Makanya kami siagakan personel disini untuk jaga-jaga," kata Kapolres Kediri Kota, AKBP Mulia Hasudungan Ritonga, saat ditemui detiksurabaya.com di Stasiun Kediri Kota, Senin (2/8/2010).
Sebelumnya, aksi brutal ditunjukkan Aremania usai tim kesayangannya dikalahkan Sriwijaya FC dalam final Piala Indonesia di Solo. Dalam perjalanan kembali ke Malang, sesampainya di Kota Kediri mereka melakukan pelemparan batu, hingga mengakibatkan puluhan rumah warga di sepanjang jalur kereta mengalami kerusakan.
Selain mengakibatkan rusaknya puluhan rumah warga, aksi brutal Aremania juga
memecahkan kaca pelindung rumah sinyal milik Stasiun Kediri Kota. Meski demikian berbeda dengan warga, permintaan ganti rugi ke Aremania tidak akan dilakukan.
"Kerusakannya hanya di kaca dan nilainya mungkin nggak jauh dari Rp 100 ribu. Kami akan ganti sendiri dan nggak minta ke mereka," kata Kepala Stasiun Kediri Kota, Eko Bekti, kepada wartawan di stasiun.
Sementara, pantauan detiksurabaya.com di sekitar Stasiun Kediri Kota, sedikitnya 20 Aremania diamankan polisi usai kejadian tersebut. Mereka adalah rombongan sisa yang menumpang KA Brantas dengan tujuan akhir Kediri, untuk selanjutnya diarahkan melanjutkan perjalanan ke Malang dengan menggunakan angkutan bus umum.
(bdh/bdh)











































