60 Persen Wanita Berisiko Terserang Rematik

60 Persen Wanita Berisiko Terserang Rematik

- detikNews
Senin, 02 Agu 2010 08:45 WIB
60 Persen Wanita Berisiko Terserang Rematik
Malang - Rematik dikenal penyakit degeneratif yang sifatnya menahun dan menghambat aktivitas penderitanya. Bagi kalangan wanita 60 persen lebih rentan terkena penyakit rematik atau nyeri persendian.

"Kalau dikelompokkan wanita cenderung 60 persen berisiko terkena rematik," kata spesialis penyakit dalam RSSA Malang, dr Bagus Putra Suryana SpPD-KR dalam acara 10 Tahun Beraksi Atasi Rematik di Hotel Kartika Malang, Senin (2/8/2010).

Dia mengungkapkan, rematik dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor. Salah
satunya aktivitas kerja. Banyak orang bekerja menimbulkan beban pada persendian
akan rentan terkena rematik. Contohnya kuli bangunan, kuli angkut yang terlalu
banyak membawa beban berat.

Namun, bukan berarti para pekerja kantor tidak terkena rematik. Posisi duduk
yang salah juga akan menyebabkan rematik. "Posisi duduk saat bekerja, harus dalam posisi baik jika tidak ingin terkena rematik," ujarnya.

Putra juga menyinggung soal banyaknya mitos yang beredar di masyarakat tentang rematik hingga penanganan penyembuhan salah. Misalnya, mitos penyakit rematik adalah penyakit tulang. Padahal pengakit rematik menyerang persendian bukan tulang. Mitos lain rematik hanya menyerang orang usia lanjut. Padahal penyakit ini jug dpat menyerang anak-anak.

"Mandi malam juga dimitoskan akan terkena rematik dan udara dingin. Secara
patologis, tidak ada kaitannya dengan mitos. Udara atau air dingin akan membuat
kapsul sendi mengkerut. Hal inilah yang menyebabkan persendian nyeri," terangnya.

Mitos lain yakni wanita hamil dan menyusui akan terkena rematik. Dari hasil
penelitian American College Of Rheumatology menyatakan bahwa wanita yang
menyusui bayi mereka selama 2 tahun lebih, kecil kemungkinan terkena penyakit
rematik dibandingkan dengan wanita menyusui kurangĀ  dari tiga bulan.

"Makan kangkung atau bayam sebabkan rematik, tidak ada hasil penelitian yang
menghubungkan kedua sayuran itu beresiko rematik," tambahnya.

Seharusnya masyarakat lebih menghindari makanan yang memicu purin atau bahan
yang akan diubah menjadi asam urat yakni jeroan, seafood atau minuman beralkohol," ungkapnya.
(fat/fat)
Berita Terkait