Korban yakni Irfan (24) warga Desa Campurrejo, Kecamatan Kota, Bojonegoro berboncengan dengan Muntolip (32) warga Desa Semenpinggir, Kecamatan Kapas, Bojonegoro.
Akibatnya, Irfan tewas saat menjalani perawatan di RSUD dr Sosodoro Djatikusumo, Bojonegoro dengan luka parah di kepala dan badan. Sedangkan korban Muntolip, hingga saat ini masih menjalani perawatan di RSUD karena luka berat.
Menurut saksi, kecelakaan karena pengendaranya mabuk berat usai berpesta minuman keras (miras) di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro.
"Korban dalam keadaan mabuk berat dan mengendarai sepeda motor kencang sekali. Pas di tikungan, dia tidak bisa mengendalikan motornya hingga akhirnya menabrak pohon yang ada di pinggir jalan," kata Zaenal, salah satu warga, Minggu (1/8/2010).
Warga pun langsung memberikan pertolongan dan melarikan kedua korban ke RSUD Bojonegoro. Tapi naas, nyawa Irfan tak terselamatkan lagi. "Satu korban tewas dan satunya masih menjalani peratan di rumah sakit. Sedangkan kendaraannya kita amankan di Mapolres," terang Kasubag Humas Polres Bojonegoro AKP MT Ariyadi.
Saat yang bersamaan, kecelakaan maut juga terjadi di Jl Raya Bojonegoro-Cepu, persisnya di Desa Sambeng, Kecamatan Kasiman, Bojonegoro. Dalam perstiwa itu, Ruminah (80) warga Desa Sambeng tewas setelah ditabrak sepeda motor Yamaha Viksion yang dikendarai oleh Nur Huda (21) warga Desa Besah, Kecamatan Kasiman, Bojonegoro.
Menurut para saksi, saat itu nenek Ruminah sedang menyeberang dari barat ke
timur, sementara motor melaju kencang dari arah selatan. Karena jaraknya,
sudah dekat, tubuh nenek tua itu tertabrak kendaraan hingga terpental beberapa
meter. Korban sempat mendapat pertolongan dari warga, namun Ruminah akhirnya
tewas saat menjalani perawatan di puskesmas setempat.
Sedangkan pengendara motor langsung diamankan petugas. Termasuk kendaraan yang terlibat kecelakaan juga ikut dibawa sebagai barang bukti.
(fat/fat)











































