"Kami dari pemerintah tentu saja mendorong dan memfasilitasi berbagai macam kegiatan dan pembinaan dari berbagai cabang olah raga. Dengan kemampuan yang ada pemerintah juga mendukung dan mendorong sarana prasarana, pembinaan, kompetisi dan sebagainya," ujar Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Mallarangeng kepada wartawan di sela-sela kegiatan meninjau Stadion Pacitan, Minggu (1/8/2010).
Mantan jubir presiden SBY itu mengaku untuk mencetak para juara, pembinaan olah raga harus dilakukan sejak usia dini. Tentu saja, dukungan dari pemerintah daerah
setempat serta keberadaan pelatih yang professional akan sangat menentukan keberhasilan upaya tersebut. Pun juga dengan kepedulian masyarakat menjadi aspek penting dalam pembinaan atlet.
Andi membenarkan jika sebagian masyarakat Indonesia masih menganggap olah raga sebagai hobby. Hal ini sangat berbeda dengan di beberapa negara dimana olah raga telah menjadi profesi. Meskipun baru dianggap kegemaran, namun jika olah raga dijadikan kegiatan sehari-hari, tidak tertutup kemungkinan hal itu menjadi awal
terbangunnya prestasi.
"Namanya olah raga rekreasi lalu kemudian dari situ berkembang prestasi. Jadi nggak apa-apa, olah raga dimulai dari hobby, untuk kesehatan. Dari situ kemudian
berkembang prestasi," tandasnya.
Selain meninjau Stadion Pacitan, Menpora Andi Mallarangeng yang hadir bersama anggota DPR RI dari Partai Demokrat Dapil Jatim 7, Edhie Bhaskoro Yudhoyono juga
menyaksikan pertandingan sejumlah cabang olah raga pada Porkab (pekan olah raga kabupaten) Pacitan 2010.
Malam sebelumnya, menteri meresmikan masjid Ponpes Al-Fattah, Kikil, Kecamatan Arjosari dan menyerahkan bantuan drum band bagi ponpes terbesar kedua di kampung halaman SBY.
(fat/fat)










































