Wabup Pasuruan: Dari 1300 Perusahaan Hanya Dua yang Punya CSR

Wabup Pasuruan: Dari 1300 Perusahaan Hanya Dua yang Punya CSR

- detikNews
Rabu, 28 Jul 2010 17:25 WIB
Wabup Pasuruan: Dari 1300 Perusahaan Hanya Dua yang Punya CSR
Pasuruan - Pemerintah Kabupaten Pasuruan cukup geram dengan sikap perusahaan yang beroperasi di wilayahnya. Pasalnya dari 1300 perusahaan, namun hanya dua yang melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR).

Kekecewaan orang nomor dua di Kabupaten Pasuruan ini diungkapkan saat peluncuran Aqua Lestari', program CSR milik PT Tirta Investama di Balai Desa Kebon Candi, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, Rabu (28/7/2010).

Menurutnya, dari sebanyak 1300 perusahaan berdiri di wilayah Kabupaten Pasuruan hanya dua perusahaan yang kini menjalankan CSR untuk kepentingan hajat hidup orang banyak.

"Mereka adalah Sampoerna dan Danone Aqua ini, yang lain belum,"  puji Wakil Bupati (Wabup) Pasuruan Edi Paripura saat memberikan sambutan.

"Danone Aqua rela mengeluarkan uang sebesar 500 juta yang itu merupakan dana CSR, untuk pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat," katanya dihadapan tamu undangan.

Danone Aqua Membantah

Besaran dana Rp 500 juta yang disebutkan wabup itu langsung dibantah oleh Yan Brault selaku Direktur CSR Danone Aqua saat jumpa pers usai peluncuran program. Pria asal Perancis ini mengaku jumlah dana untuk CSR tidak pernah terhitung secara pasti.

"Tidak ada dana sebesar itu, dan kami tidak pernah menghitung melalui angka pasti soal dana CSR. Jadinya dananya tidak sebesar itu," bantahnya.

Yan mengaku memang semua yang dilakukan oleh Danone masih belum maksimal dan cenderung dinilai kurang. Namun, semua itu tidak membuat Danone kendur, sebaliknya akan terus meningkatkan program CSR-nya.

"Kalau dibilang kurang memang kurang, terpenting bagaimana kita mengolah kelestarian alam serta meningkatkan taraf hidup masyarakat," ujarnya.

Dalam program CSR-nya Danone menggarap berbagai program diantaranya, Hutan Asuh, program ini berjalan dengan menggandeng Perhutani, LSM, masyarakat untuk mengelola hutan asuh di lereng Gunung Arjuno.
(gik/gik)
Berita Terkait