Selain memukul salah seorang Humas CLT sub SPE Petrolium, Safi'ie (32), juga membakar 2 mesin yang sedang melakukan pengeboran seismik. Bahkan, sebagian alat kerja diambil dan dirusak.
Aksi tersebut berlangsung sekitar 10 menit. Massa yang terlihat emosi juga mengejar pekerja yang berhamburan. Bahkan, mobil para pekerja SPE juga nyaris dibakar.
Humas CLT sub SPE Petrolium, Safi'ie (32) mengaku massa tiba-tiba datang dan langsung membakar mesin dan memukul pekerja. "Saya juga ditempeleng," kata Safi'ie kepada wartawan di lokasi, Sabtu (24/7/2010).
Sebelum membakar, kata dia, massa menyebut kalimat Allah dan bertakbir. "Allahu Akbar. Lalu, membakar mesin," ujarnya menirukan warga.
Dia mengaku tidak kenal dengan warga yang datang dan menggunakan 3 unit pick-up.
Hanya, 1 orang yang menggunakan sorban. "Kalau yang menggunakan sorban itu, KH
Jurjiz," ungkapnya.
Saat ini 2 mesin yang dibakar tersebut diamankan petugas di Polsek Ganding, Sumenep. (fat/fat)











































