Aksi tersebut dilakukan warga karena kesal melihat kondisi kerusakan jalan yang sudah sangat parah sehingga menyebabkan banyak kecelakaan.
"Sering kecelakaan di sini mas. Sebagian besar terjadi pada malam hari," kata
Safi'i (67), salah satu warga yang ikut dalam aksi tersebut di lokasi, Jumat,
(23/7/2010).
Menurut pria bertopi tersebut, warga merasa kasihan para korban kecelakaan. Beberapa bulan terakhir ini saja, lebih dari 10 kecelakaan terjadi di ruas jalan tersebut yang sebagian besar terjadi di malam hari.
"10 Lebih mas. Biasanya pada malam hari. Kan kasihan para korbannya," lanjutnya.
Sementara dari pantauan detiksurabaya.com di lokasi, warga sangat bersemangat menggali aspal di ruas jalan yang rusak tersebut yang kemudian ditanami dengan pisang. Mereka menggunakan cangkul, linggis dan alat-alat lain untuk menggali aspal yang keras tersebut.
Menurut salah seorang warga yang lain, aksi tersebut tidak akan dihentikan sebelum
ada kepastian dari pemerintah bahwa ruas jalan tersebut akan segera diperbaiki.
"Ya sampai diperbaiki," kata Mustofa (23) yang saat itu sedang kelelahan habis
menggali.
Hingga pukul 16.00 WIB, belum ada tanda-tanda warga akan mengakhiri aksinya.
Akibat aksi protes tersebut, lalu-lintas di lokasi terhambat karena warga menutup
hampir sepuruh badan jalan dengan pisang dan bongkahan aspal.
(fat/fat)











































