Rumah itu tampak hancur di bagian atap, kayu-kayu penyangga rumah juga patah dan harta benda ikut hancur. Pemilik rumah mengaku robohnya tempat tinggalnya karena diterjang angin kencang, Kamis (22/7/2010) dini hari.
Tidak ada yang bisa diselamatkan dari isi rumah yang ditinggal penghuninya ke luar kota. Beruntung, runtuhnya bangunan rumah yang terbuat dari kayu tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
Salah satu saksi mata Mahfud menerangkan, saat angin kencang terdengar suara kayu patah, selang beberapa menit terdengar suara gemuruh dari rumah tersebut.
"Waktu itu angin memang kecang pak, saya keluar rumah karena mendengar suara kayu patah. Saya kira pohon didekat rumah yang patah, saya meminta semua keluarga saya keluar rumah, gak tahunya justru rumah Pak Syukur yang roboh," terang Mahfud, saat berbincang-bincang dengan detiksurabaya.com.
Sementara pantauan detiksurabaya.com, belasan atap rumah milik warga tampak berhamburan. Sebagian warga juga tampak membersihkan puing-puing rumah mereka yang roboh.
(fat/fat)











































