Modusnya, pelaku datang ke sekolah TK dan menjumpai dewan guru. Dia berpura-pura mengaku bibi salah seorang siswa TK, Susiana (4) warga Desa Camplong, Sampang.
Para guru pun tanpa curiga memberi izin Susiana untuk dibawa pelaku. Namun, orang tua siswa lain dan warga sekitar curiga dengan ulah pelaku. Karena korban tidak mau diajak dan meronta-ronta menangis agar diturunkan dari gendongan Ema.
Putri pasangan Romli (35) dan Musrifah (30) yang digendong pelaku sembari berlari hingga jarak 200 meter dari sekolahnya pun menangis dan menjerit. Bahkan saat itu pelaku akan menghentikan sebuah MPU yang mengarah ke Kota Pamekasan-Sumenep.
Salah seorang warga Desa Camplong, Sampang, Hartatik (41) yang curiga dan mengetahui aksi tersebut langsung berteriak dan melaporkan ke polsek setempat.
"Saya langsung lapor polisi, karena kelihatannya wanita itu aneh dan anak yang digendong tetap meronta dan menangis. Saya menduga ini pelaku penculikan anak," kata Hartatik kepada wartawan di lokasi, Kamis (22/7/2010).
Polisi yang mendapat laporan langsung menangkap pelaku. Hingga pukul 14.30 WIB, pelaku masih diperiksa intensif di ruang Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polres
Sampang.
"Pelaku masih diperiksa. Jadi, saya belum bisa memberi keterangan," ujar Kanit UPPA Polres Sampang, Aiptu M Imam kepada wartawan.
(fat/fat)










































