Pengumpulan koin ini mereka lakukan agar Monumen Jenderal Sudirman tidak dijual. Aksi mereka lakukan di halaman sekolah mereka di Jalan Walanda Maramis, Rabu (21/7/2010).
Aksi simpatik yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB tersebut dihadiri semua guru. Sebelum aksi dimulai, seorang guru membacakan sejarah singkat tentang Panglima Besar Jendral.
Kemudian dilanjutkan pembacaan puisi oleh seorang siswa. Usai pembacaan puisi, para siswa berkumpul mengelilingi kotak yang disediakan untuk tempat koin.
"Kita sengaja ingin membangkitkan empati anak-anak terhadap Monumen Jendral Sudirman," kata Khoirul Amin, salah satu guru kepada detiksurabaya.com di lokasi.
Amin menjelaskan, dana hasil pengumpulan koin menurut rencana akan diserahkan kepada Pemkab Pacitan untuk mengikuti lelang. Selain itu, pihak sekolah juga mengagendakan kegiatan bernuansa Sudirman. Seperti lomba baca puisi dan lomba mewarnai gambar Panglima Besar Jendral Sudirman.
"Sangat penting bagi anak-anak sebagai generasi masa depan untuk meneladani semangat juang bapak kita," tandasnya.
Sebelumnya, Monumen Jendral Sudirman dan Rumah Bekas Markas Gerilya di Desa Pakisbaru, Kecamatan Nawangan dilelang oleh ahli waris Roto Suwarno sebagai pemrakarsa. Berita yang dipublikasikan di dunia maya langsung menuai reaksi beragam.
(wln/wln)











































