Luka parah yang diderita di bagian kepala dan kaki menjadikan Mbah Ismail tewas saat dilarikan ke RSUD dr Sosodoro Djatikusumo, Bojonegoro. Sementara motor yang dikendarainya remuk setelah dilindas bus yang berkecepatan tinggi itu.
Keterangan yang dihimpun menyebutkan, kecelakaan terjadi di depan SDN Sendangharjo itu bermula ketika Bus Mutiara jurusan Tuban-Bojonegoro bernopol S 7189 UE yang dikemudikan Musianto (27) warga Desa Ngulanan, Kecamatan Dander, Bojonegoro melaju dengan kecapatan cukup tinggi dari arah Bojonegoro menuju Jatirogo, Tuban.
Ketika melintas di depan SDN Sendangharjo, bus dengan penumpang hanya tiga orang tersebut mendahului sebuah sepeda motor yang berada di depannya. Tragisnya dari arah berlawanan, sepeda motor Honda Supra yang dikendarai oleh seorang Mbah Ismail juga melaju dengan kecapatan cukup tinggi.
Rupanya kedua kendaraan saling berhadapan itu tak sempat menghentikan atau menghindar. Akibatnya terjadilah tabrakan maut.
"Sepertinya tidak sempat menghindar atau ngerem, bagian depan kanan Bus bertabrakan dengan sepeda motor. Pengemudi sepeda motor sampai terpental beberapa meter," kata Taufik (29), saksi mata di lokasi kejadian.
Mendengar kejadian itu, sejumlah warga berusaha menolong korban untuk dilarikan ke Sayangnya Mbah Ismail tewas saat dalam perjalanan menuju rumah sakit dengan luka parah di bagian kepala dan kakinya.
Beberapa saat kemudian, petugas Sat Lantas Polres Tuban tiba di lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP. Polisi langsung masih melakukan penyidikan terhdap kejadian nahas itu.
"Kedua kendaraan kita amankan sebagai barang bukti, Selain itu, kita juga mengamankan supir bus, kondektur dan keneknya untuk kita periksa di Mapolres Tuban," kata Kanit Laka Sat Lantas Polres Tuban Iptu Fakih.
(fat/fat)











































