Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, SMS beredar sejak satu minggu terakhir dan dengan cepat menyebar ke masyarakat. Yang membedakan antara SMS di Kediri dan Sumenep hanya terletak pada asal muasalnya, sementara isi sepenuhnya sama.
Agung, salah seorang warga Perum Jenggolo Indah, Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, membenarkan adanya peredaran SMS tersebut. Pegawai salah satu bank swasta ini mengaku mendapatkan dari nomor yang tidak dikenalnya.
Agung mengungkapkan, dia telah mengkroscek kebenaran SMS tersebut ke sejumlah rekan kerjanya, dan mendapati adanya kesamaan. "Saya abaikan SMS tersebut, karen itu pekerjaan orang iseng," ungkapnya.
Terpisah Kabag Binamitra Polres Kediri Kota Kompol Purnomo, saat dikonfirmasi menyangkal kebenaran SMS tersebut. Indikasi yang digunakan adalah belum adanya laporan dari masyarakat yang diterima kepolisian.
"Kalau memang benar itu dari kepolisian silahkan lapor, kami akan tindak lanjuti. Tapi nyatanya memang sejauh ini belum ada laporan, jadi mungkin itu hanya pekerjaan orang iseng untuk mengalihkan perhatian masyarakat," tegas Purnomo.
Meski demikian Purnomo tetap meminta masyarakat waspada, mengingat segala macam bentuk kejahatan bisa terjadi setiap saat. "Kewaspadaan tetap penting, tidak hanya untuk ancaman penculikan. Kami sendiri akan coba selidiki SMS itu, sampai sejauh mana kebenarannya," pungkasnya.
Adapun isi SMS yang beredar di Kediri: "Dari POLRES SRAGEN: Diimbau kepada masyarakat yang punya anak kecil, hati-hati dengan mobil APV warna SILVER dengan plat nomor L 1857 GU tolong diwaspadai dan disebarluaskan ke TK & SD".
(wln/wln)











































