Doa bersama ini digelar setelah mereka menggelar unjuk rasa di pelataran obyek wisata sejarah Patung Sudirman.
"Doa kami untuk almarhum semoga diterima disisi Allah. Sedangkan bagi ahli waris semoga mendapat hidayah dan dibukakan hatinya sehingga tidak melanjutkan niatnya menjual monumen," kata Kepala Desa Pakisbaru Juni Kurniawan kepada detiksurabaya.com, Senin (19/7/2010).
Kendati berada di bawah terik matahari, namun ratusan warga yangmengikuti doa tampak khidmat. Doa ini dipimpin KH Son'ani, tokoh masyarakat setempat, selama hampir 20 menit warga membaca tahlil. Usai berdoa, mereka membubarkan diri. "Siapapun pasti tidak terima jika situs sejarah ini dijual. Tolak lelang monumen. Allahu Akbar! Allahu Akbar," teriak Yuli usai doa.
Seperti diberitakan, Monumen Jendral Sudirman di Pacitan dilelang melalui internet oleh keluarga Roto Suwarno. Selain itu, rumah bekas markas gerilya juga dikabarkan masuk daftar lelang. Tak ayal, hal tersebut langsung memicu reaksi beragam. (wln/wln)











































