Unjuk rasa yang dilakukan warga setempat itu untuk menentang penjualan situs sejarah yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tahun 2008 lalu itu.
Massa datang dengan sepeda motor dengan terlebih dahulu berkonvoi. Diiringi raungan suara mesin motor, para demonstran melewati rute dari jalan utama menuju kompleks monumen sejauh 2 kilometer.
Dalam aksinya, pengunjuk rasa juga membawa sejumlah poster. Antara lain bertuliskan: "Menjual Sejarah Bangsa adalah Pengkhianat Bangsa", "Di mana Nuranimu, Hai Penjual Sejarah" dan "Rakyat Tidak Terima Monumen Sudirman Dijual".
Pantauan detiksurabaya.com, hingga saat ini mendapat pengawalan polisi dari Polsek Nawangan. Mereka pun semangat orasi di pintu gerbang.
"Monumen ini milik rakyat jangan jual seenaknya," tegas KH Son'ani, tokoh masyarakat setempat. Dia juga menyatakan akan mempertahankan monumen tersebut hingga titik darah penghabisan.
Sebelumnya diberitakan, Monumen Jenderal Sudirman dan rumah bekas markas gerilya yang digunakan selama 100 hari oleh bapak TNI dalam melawan Belanda dilelang melalui internet oleh ahli waris. (gik/gik)










































