Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, pesta miras dilakukan pada Sabtu (17/7/2010) malam. Seorang pelaku yang meninggal dunia adalah Joni Kristianto (35) warga Kelurahan Singonegaran Gang Tengah.
Sementara pelaku selamat adalah Suparno, bapak dari 2 orang anak warga Kelurahan Singonegara Gang II. Untuk 1 pelaku lain hingga saat ini belum diketahui identitasnya.
"Korban atas nama Pak Joni dibawa ke tempat kami jam 6 pagi tadi dan meninggal dunia jam 7. Indikasi awal yang kami temukan dari pemeriksaan, korban meninggal karena intoksinasi alkohol yang sangat akut," kata Kepala IGD RS Baptis Kediri, dr Wahyu Yulianto kepada wartawan di rumah sakit, Senin (19/7/2010).
Wahyu menambahkan, akibat intoksinasi alkohol tersebut terjadi asidosi pada tubuh korban yang mengakibatkan terganggunya keseimbangan asal basah. Selain itu tekanan darah korban juga mengalami penurunan drastis, yaitu 90 dibanding 60, jauh dibandingkan kondisi normal sebesar 120 dibanding 90.
"Dari akibat yang dimunculkan, kesadaran korban menurun drastis yang juga ditunjukkan oleh sesak nafas dan tubuh kejang-kejang," tuturnya.
Namun saat wartawan hendak mengambil gambar penanganan korban selamat pihak rumah sakit tidak memberikan izin. "Ini kesepakatan dengan keluarga korban, dan kami mohon teman-teman bisa menyadari. Untuk korban meninggal sudah kami pulangkan jenazahnya," ujarnya.
Sementara itu di rumah duka, kondisi berkabung sangat terasa. Belum ada pihak keluarga yang bersedia memberikan keterangan terkait kejadian tersebut. Jenazah korban direncanakan dimakamkan di pemakan umum Kelurahan Kepanjeng, Kecamatan Pesantren.
"Jelasnya sampeyan tanya keluarga saja. Yang saya tahu mereka memang hampir setiap hari menggelar pesta miras," ungkap salah seorang tetangga korban tanpa bersedia menyebutkan namanya.
(wln/wln)










































