"Saya sebagai warga Pacitan terus terang prihatin. Kalau dikehendaki, kami siap untuk membantu memediasi ini semua," jelas Brigjen TNI Aziz Ahmadi, ketua Paguyuban Warga Pacitan (PWP) saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Senin (19/7/2010).
Tokoh kelahiran Pacitan itu menilai, persoalan yang terjadi saat ini lebih disebabkan terputusnya komunikasi antara pihak keluarga dengan pemerintah daerah maupun pusat. Oleh karena itu, ia minta semua pihak terkait duduk bersama membahasnya.
"Ada fenomena komunikasi yang mampet. Yang kemudian masing-masing pihak barangkali tetap pada posisi masing-masing," tandasnya.
Sebelumnya, Monumen Jenderal Sudirman dan rumah bekas markas gerilya yang digunakan selama 100 hari oleh bapak TNI dalam melawan Belanda dilelang melalui internet oleh ahli waris keluarga Roto Suwarno.
(gik/gik)










































