Pengerusakan itu dilakukan pada Sabtu (17/7/2010) dini hari. Diduga dilakukan lebih dari 60 orang dengan menggunakan cadar dan mengendarai sepeda motor. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pemilik rumah sebelum kejadian telah meninggalkan rumah itu.
Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com di lokasi, motif pengerusakan rumah Faisal dan Musfik terkait dengan ilmu santet. Penghancuran rumah dilakukan dengan cara melempari dengan batu gunung. Bahkan, sebagian gedungnya dirusak dengan menggunakan linggis besar. Tak ayal, jika tumpukan batu gunung di sekitar lokasi terlihat banyak.
"Kita masih melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap siapa pelaku pengrusakan rumah ini," kata Kapolsek Lenteng, Sumenep, AKP M Syakrani pada wartawan di lokasi.
Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara langsung memberi garis polisi untuk kepentingan penyidikan. Barang bukti yang diamankan yakni batu bekas untuk merusak rumah. Sampai saat ini, aparat kepolisian terus mengumpulkan barang bukti dan mencari informasi dilapangan guna mengungkap pelaku pengrusakan tersebut. (wln/wln)











































