karena mengalami kemacetan bunga 2,5% - 2,6% yang dijanjikan pihak koperasi.
Emosi massa yang datang dari berbagai daerah di Jatim seperti Tuban, Sidoarjo, Pasuruan, Malang dan Yogyakarta memuncak saat perwakilan pegawai koperasi berbelit-belit. Massa berusaha menyeret bendahara koperasi Supardi yang telah disandera di gudang sebelah kantor. Namun aksi, namun berhasil dihalang-halangi polisi yang membuat pagar betis.
"Jangan berbelit-belit menunggu waktu lama karena kita sudah sering ditipu dengan janji-janji karena bosnya sudah kabur entah kemana. Sebaiknya 2 pegawai penanggung jawab kantor Madiun kita amankan saja," teriak salah satu korban, Jami'i, Rabu (14/7/2010).
Warga Tuban ini mengaku dirinya tergiur berinvestasi karena tergiur janji bunga tiap bulan 2,5% bersama ratusan korban lainnya. "Dulu dijanjikan bunga tinggi dengan investasi di koperasi yang uangnya untuk perusahaan-perusahaan ternama di Indonesia. Awalnya sich bunga lancar sampai setahun. Namun ini kok macet sudah hampir setahun ini," jelas Jami'i panjang lebar.
Hal senada juga diungkapkan oleh Siti (40) salah satu PNS Pemkot Madiun juga menjadi korban dengan berinvestasi Rp 50 juta dengan meminjam ke bank dan menjaminkan sertifikat rumahnya ke BRI.
"Saya sudah tidak sabar pokoknya ingin uang saya kembali meskipun bertahap jangan janji-janji saja kita semua warga Madiun tidak bodoh dan jangan diulur-ulur. Kalau memang mau tanggung jawab kemana bosnya Pak Bramantio yang kabur itu," teriak Siti dengan lantang.
Sementara informasi yang dihimpun bahwa Koperasi Serba Usaha "Sumber Insan Mandiri" cabang Madiun dibuka mulai tahun 2004 dengan jumlah nasabah mencapai sekitar 250 dengan investasi antara Rp 10 juta hingga Rp 1 milyar. Uang investasi tersebut oleh pengurus koperasi digunakan untuk berinvestasi ke perusahaan-perusahaan makanan dan minuman ternama di Indonesia.
"Dari infonya itu uang infestasi untuk penanaman modal di perusahaan-perusahaan ternama, ada minuman dan makanan kemasan," jelas Alex Cornelius, salah satu advokat dari Jogyakarta yang juga menjadi korban.
Sementara demi keamanan dari amukan massa kepolisian Polresta Madiun mengamankan 4 pegawai koperasi yakni Supardi sebagai bendahara dan Tri Fatkhurohman Ketua Koperasi, Samudra wakil Ketua Koperasi dan Alex Cornelius Pegawai Kopertais Yogyakarta.
Pantauan detiksurabaya.com sekitar 500-an massa datang dari berbagai daerah dengan naik transportasi umum mengepung kantor Koperasi Serba Usaha "Sumber Insan Mandiri" sejak pukul 10.00 WIB, di Jalan Kapten Tendean 72.
Mereka tumpah ruah di jalan karena ruang gudang yang tak mampu menampung banyaknya massa. Mereka juga terlihat bergerombol di pinggir jalan yang membuat arus mengalami kepadatan jalur menuju Pabrik Gula PG Kanigoro.
Hingga pukul 13.30 WIB siang ini perwakilan ketua cabang dari berbagai daerah di Jatim masih bermusyawarah untuk menemukan solusi terbaik. Aksi ini mendapat pengamanan dari Polresta Madiun sekitar 60 personel.
(fat/fat)











































