Pemkot Bantah Hanya Obral Janji

Bocah Merokok dan Bicara Cabul

Pemkot Bantah Hanya Obral Janji

- detikNews
Rabu, 14 Jul 2010 14:12 WIB
Pemkot Bantah Hanya Obral Janji
Malang - Pemkot Malang melalui Badan Keluarga Berancana dan Pemberdayaan
Masyarakat (BKBPM) membantah telah mengobral janji rencana pemberian gerobak kepada Mulud Riadi (50), ayah kandung SW bocah berusia 4 tahun kini dinyatakan sembuh dari kebiasaan buruknya merokok dan bicara kotor.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Keluarga Berancana dan Pemberdayaan Masyarakat (BKBPM) Pemkot Malang Jarot Edi Sulistyo. Menurutnya, gerobak akan diberikan setelah orang tua SW menjalani pelatihan tentang wirausaha minuman segar dari buah-buahan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

"Bukan kami tidak memberikan dan hanya mengobral janji. Gerobak pasti kita berikan setelah orang tua Sw menjalani pelatihan dulu," kata Jarot saat ditemui di Kantor Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (BKBPM) Jalan Kyai
Ageng Gribig, Rabu (14/7/2010).

Pelatihan sendiri, lanjut Jarot, akan juga diikuti 80 warga yang nantinya mendapat gerobak sebagai alat usaha yang diambilkan dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) Pemkot Malang tahun 2010.

"Pokoknya dalam waktu dekat ini bersama 80 orang lainnya. Pelatihan hanya satu
hari. Setelah itu gerobak akan diberikan," tegasnya.

Jarot menerangkan, langkah ini diambil dengan alasan pemberian bantuan gerobak benar-benar bermanfaat bagi warga yang menerima. Konsep pemberdayaan masyarakat bisa tepat sasaran guna menuntaskan kemiskinan. "Kalau tidak diberi pelatihan, khawatirnya akan dijual," ujarnya.

Arahan ayah kandung SW menjual minuman segar berasal dari aneka buah-buahan ini, berdasar pada penalaran pihaknya terhadap orang tua SW. "Kami melihat kesenangan dari Pak Mulud yang lebih tepatnya berjualan minuman segar," ungkapnya.

Sejauh ini BKBPM telah menyalurkan 60 gerobak telah melalui proses verifikasi dari 140 gerobak yang dibiayai dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT). Jarot sendiri enggan membeberkan berapa jumlah anggaran yang diterima BKBPM dari DBHCT, serta berapa anggaran yang dikeluarkan untuk pembuatan 140 gerobak tersebut.

"Kalau tanya soal anggaran yang diterima dari DBHCT, saya tidak lupa detailnya,"
katanya.Seperti diberitakan, Orang tua SW alias Adi Susanto boleh senang anak
bungsu 4 bersaudara mulai sekolah hari ini. Namun, mereka masih kecewa dengan
sejumlah pihak yang berjanji akan memberikan bantuan untuk kelangsungan hidup
keluarganya.

Menurut Moedjiati (45), ibu kandung Adi menuturkan sampai sekarang semua janji
yang ditawarkan Pemkot Malang tak satupun terwujud. Hanya tawaran sekolah yang
dilayangkan oleh Suyadi dan tempat tinggal bagi mereka bisa dinikmati.

(fat/fat)
Berita Terkait