Tambahan polisi juga didatangkan dari brigade mobil dari Malang, Bondowoso dan Pamekasan serta 1 kompi samapta Polda Jatim. Jumlah personel tersebut disiagakan di 3.096 TPS yang ada.
"H-1 seluruh personel sudah tempati pos masing-masing. Personel akan melakukan
pengamanan selama 24 jam penuh hingga pemungutan suara usai dilakukan." jelas
Kapolres Banyuwangi, AKBP Slamet Hadi Supraptoyo, kepada wartawan, Rabu (14/7/2010).
Sistem pengamanan yang diterapkan, sama dengan pola pengamanan pada pemilu dan pilgub lalu. Pola tersebut diantaranya, 1-6-12, 1-4-8, 1-2-4, 1-3-6, dan 1-1-2.
Sebagai contoh pola 1-6-12 artinya satu polisi mengamankan 6 TPS dengan di
bantu 12 linmas.
Atau dengan kata lain, jumlah personel ditiap TPS berbeda-beda. Satu personel polisi ada yang hanya bertugas mengamankan satu TPS, ada pula yang lebih. Tergantung pada kondisi kerawanan dan alam disekitar TPS.
"Banyak pertimbangan untuk menerapkan pola pengamanan yang kita lakukan salah
satunya kondisi alam," tambah Slamet.
Dari 3.096 TPS, sebanyak 116 TPS tergolong rawan. Dengan kategori, 67 TPS rawan
tindak kriminal dan 53 TPS sisanya rawan politik. Parameter rawan politik dilihat
dari mayoritas dukungan warganya terhadap salah satu calon.
Sementara di Pilkada Banyuwangi ada tiga pasangan calon yang bertarung. Mereka, yakni Abdullah Azwar Anas-Yusuf Widyatmoko dengan nomor urut 1. Jalal-Yusuf Nuris dengan nomor urut 2, serta Emilia Contesa-Zaenuri Ghazali dengan nomor urut 3.
Dengan kesiapan dan kesiagaan personel yang ada, diharapkan dapat menjaga dan
mengamankan pilkada Banyuwangi yang kondusif. Seluruh personel akan ditarik kembali setelah situasi dipastikan kondusif.
(fat/fat)











































