KM Dharma Bahari Sumekar Nyaris Digulung Ombak 4 Meter

KM Dharma Bahari Sumekar Nyaris Digulung Ombak 4 Meter

- detikNews
Rabu, 14 Jul 2010 08:57 WIB
KM Dharma Bahari Sumekar Nyaris Digulung Ombak 4 Meter
Sumenep - Angin kencang dan ombak setinggi 4 meter menerjang KM Dharma Bahari Sumekar 2 (DBS) milik pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura di perairan Desa Goa-Goa, Kecamatan Raas atau selatan Pulau Raas.

Kapal yang bermuatan 400 orang lebih dan melebihi kapasitas itu terombang-ambing hingga 3 jam. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.00-04.00 WIB, Rabu (14/7/2010).

Para penumpang yang mayoritas warga Pulau Kangean dan berangkat dari Pelabuhan Kalianget, pukul 19.00 WIB, Selasa (13/7/2010) itu banyak yang panik dan hesteris. Pasalnya saat diterjang ombak, kapal sempat oleng dan air laut masuk pada bagian dasar kapal.

Pihak kapal berusaha menjaga keseimbangan dan pada pukul 04:00 WIB memutuskan kembali ke Pelabuhan Kalianget. KM DBS 2  selamat dan baru sandar di pada pukul 07.30 WIB.

Salah seorang penumpang, Sultan Habib (42), warga Kangean, Sumenep mengatakan, saat kapal terombang-ambing banyak penumpang yang muntah. Bahkan, teriakan hesteris dan tangisan mewarnai terjangan ombak. "Penumpang tambah panik saat air laut masuk ke dasar kapal," ungkap Sultan pada wartawan di Pelabuhan Kalianget.

Manager Operasional PT Sumekar Line (SL) Sumenep, Bambang mengatakan, tiket para penumpang semuanya di kembalikan. Rencananya, jika cuaca bersahabat KM DBS 2 akan diberangkatkan kembali siang ini. "Kalau cuaca bagus DBS akan diberangkatkan lagi. Peristiwa ini kan faktor alam," ujar Bambang pada wartawan di Pelabuhan Kalianget, Sumenep.

Sementara, anggota DPRD Sumenep, Badrul Aini mendesak agar pemerintah kabupaten segera mengganti kapal yang tidak layak operasi di perairan Sumenep. "Solusinya, kapal harus diremajakan," tegas Badrul saat mengunjungi para penumpang di Pelabuhan Kalianget.

Saat ini, kata dia, aktivitas masyarakat sangat tinggi. Bahkan, kondisi cuaca sewaktu-waktu sangat ekstrim. Sedangkan kondisi kapal tidak layak mengarungi laut Jawa yang menuju ke Kangean. "Jadi, sebelum ada korban, kapal harus diganti," tandasnya.

(wln/wln)
Berita Terkait