Ular sanca sepanjang 6 meter yang ditemukan warga di sebuah jurang yang terletak tidak jauh dari dusun itu, dipelihara untuk mengisi waktu luang mereka. Ular dibeli pihak pesantren dari Tris (50), seorang penangkap ular. Saat itu ular sedang dipertontonkan di pos kampling dalam keadaan diikat. Tak diketahui berapa uang yang harus dikeluarkan pihak pesantren untuk menebus ular tersebut.
"Tidak penting berapa mas. Yang penting kami bisa merawatnya dengan baik," Kata Bambang, salah seorang pengurus saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Selasa (13/7/2010).
Ular berwarna coklat mengkilap dengan motif bintik-bintik hitam dan putih diletakkan dalam kandang berukuran 2 meter persegi dari jeruji kawat. Perlengkapan lain seperti lampu dan tempat makanan pun sudah disiapkan. Para santri begitu menikmati kesibukan baru tersebut.
"Kami sudah siapkan beberapa kelinci untuk makannya," ujarnya.
Menurut Bambang, meski ular langka tersebut sudah dibeli pihak pesantren, pihaknya mempersilahkan siapapun yang tertarik ingin melihat ular tersebut untuk datang langsung ke pondok pesantren. (wln/wln)











































