SW Jalani Hari Pertama Sekolah PAUD Pelita Hati

Bocah Merokok dan Bicara Cabul

SW Jalani Hari Pertama Sekolah PAUD Pelita Hati

- detikNews
Senin, 12 Jul 2010 10:16 WIB
SW Jalani Hari Pertama Sekolah PAUD Pelita Hati
Malang - Masih ingat SW alias Sandi Adi Susanto yang kini berganti nama Adi Susanto, yang berhasil sembuh dari kebiasaan merokok dan bicara kotor? Hari ini mulai menjalani hari pertama mengenyam sekolah.

Bocah berusia empat tahun lebih ini memulai belajar di kelas kelompok A (Setingkat PAUD) Lembaga Pendidikan TK Pelita Hati berlokasi di Jalan S. Supriyadi No 35, Kota Malang.

Sejak pukul 07.30 WIB putra pasangan Mulud Riadi (50) dan Moedjiati (45) ini
bersama dua orang temannya masuk ke kelas baru. Dengan didampingi satu guru
pendamping, Adi bersama 2 temannya asyik bermain di ruang kelas berukuran 4x4 meter persegi.

Dari pantauan detiksurabaya.com, Adi semakin jauh berbeda saat belum menjalani
terapi di RSSA Malang untuk kesembuhan dari kebiasaan buruknya. Bungsu dari empat bersaudara ini terlihat asyik dengan dunia barunya yakni bersekolah. Seperti siswa lainnya, Adi cukup akrab dengan Shendy dan Alwi teman satu kelasnya.

"Adi seneng sekolah, banyak teman dan banyak mainan," kata Adi saat ditanya
kondisi pertama dirinya masuk sekolah, Senin (12/7/2010).

Menurut Tyas, tenaga pengajar Adi menuturkan awal pertama masuk hari ini, dirinya lebih mengutamakan perkenalan terhadap teman satu kelas kendati hanya berjumlah 2 orang. Setelah itu dilanjutkan dengan memperkenalkan sejumlah mainan yang dapat memberikan edukasi.

"Hari ini kita fokus memperkenalkan kepada mereka termasuk Adi, beberapa mainan dan mengitung jumlahnya serta merakit mainan itu," ujarnya.

Proses pembelajaran di hari pertama ini, lanjut Tyas, akan berlangsung hingga
pukul 10.00 WIB. Esok hari akan dilanjutkan kembali dan berjalan seperti biasa. "Saya lihat Adi cukup tanggap dan cepat dalam merespon semua yang belum dia ketahui," terang Tyas.

Sementara Suyadi, Pengelola Yayasan Pelita Hati mengatakan, pihaknya telah
membebaskan segala biaya bagi Adi. "Ini tanggung moral bagi kami untuk memberikan pendidikan kepada Adi. Semuanya gratis dari semua seragam dan alat-alat tulis. Termasuk biaya pendidikannya," ungkapnya.

Suyadi mengaku, Adi merupakan anak dengan tingkat kecerdasan lebih dibandingkan dengan teman-teman sebanyanya. Hal itu dapat terlihat dari hari pertama dirinya masuk sekolah. "Adi ini anak yang cerdas," tuturnya. (fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini