Akibat tindakannya, tersangka harus mendekam di Mapolresta Pasuruan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. "Tersangka adalah PNS yang menjabat sebagai Sekretaris Kelurahan Bugul Lor," kata Wakapolresta Pasuruan, Kompol Wied Handono kepada detiksurabaya.com, Jumat (9/7/2010).
Pengoplosan itu sendiri dilakukan tersangka di dapurnya dengan bantuan 2 karyawan
sehingga para tetangga tidak mengetahui perbuatan tersangka dengan memindahkan isi tabung elpiji bersubsidi 3kg ke tabung non-subsidi 12kg. Dari hasil pemindahan itu tersangka bisa meraup keuntungan yang berlipat.
Menurut Kompol Wied, tersangka menjual hasil oplosannya tersebut di toko depan rumahnya, lalu selebihnya dijual ke wilayah Kabupaten Pasuruan.
Sebelumnya, ledakan elpiji terjadi di dapur tersangka, tempat mengoplos, Selasa (6/7/2010) lalu mengakibatkan satu karyawan tewas bernama Nurul Arifin (16). Korban pun akhirnya dibawa ke rumah korban di Probolinggo. Hal tersebut yang disesalkan keluarga kenapa korban tidak dibawa ke rumah sakit. Karena tidak segera mendapatkan perawatan yang layak dari rumah sakit, akhirnya korban meninggal.
Tragisnya, mengetahui karyawannya meninggal, Bekti Purwantoro alias Purnomo (51), pemilik toko elpiji itu langsung menghilang dari rumahnya. (fat/fat)











































