Bapak satu anak ini menjadi korban penganiayaan Sulayadi (50), masih paman korban sendiri. Aksi nekat pelaku diduga karena sengketa lahan warisan.
Menurut keterangan Buari (35), adik korban kejadian tragis menimpa korban diketahui keluarga pagi tadi. Korban terkapar dengan luka bacok di bagian punggung depan rumahnya. Keluarga yang mengetahui kejadian ini langsung melarikan ke puskesmas setempat. Karena mengalami luka cukup parah, korban dirujuk ke RSSA Malang.
"Korban ditemuk terkapar di jalan depan rumah pagi tadi," jelas Buari ditemui detiksurabaya.com di RSSA Malang Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kamis (8/7/2010).
Buari mengaku pelaku masih tercatat sebagai keluarga dekat. Meski begitu dirinya enggan membeberkan motif dari aksi penganiayaan itu. "Pelaku masih paman dengan saya dan korban," terangnya.
Korban, kata dia, sehari-hari bekerja sebagai pedagang tanaman tebu yang sudah panen. Sementara pelaku sendiri sehari-harinya bertani. Berdalih karena tinggal
jauh dengan korban dirinya tak mengetahui secara jelas akar permasalahan keduannya.
"Saya tinggal jauh dan tak tahu apakah masalah warisan atau pribadi," ungkapnya.
Namun, aksi nekat pelaku sedikit terkuak setelah petugas Polsek Dampit mendatangi lokasi kejadian. Dari hasil pengumpulan bahan keterangan diketahui pelaku nekat membacok korban karena berebut lahan warisan.
"Motif sementara adalah karena berebut warisan," kata Kanitreskrim Polsek Dampit Aiptu Zaini saat mengantar korban ke RSSA Malang. Kini petugas masih melakukan pengejaran terhadap pelaku, setelah kabur usai menganiaya korban.
"Pelaku masih dalam pengejaran. Senjata tajam jenis apa yang digunakan masih kita selidiki," tutur Zaini.
(fat/fat)










































