Garuda Gandeng Perusahaan Agrobis Ekspor Sayur ke Jepang

Garuda Gandeng Perusahaan Agrobis Ekspor Sayur ke Jepang

- detikNews
Rabu, 07 Jul 2010 13:50 WIB
Garuda Gandeng Perusahaan Agrobis Ekspor Sayur ke Jepang
Malang - Memudahkan pengiriman hasil pertanian ke luar negeri, Garuda Indonesia Airlines (GIA) menfasilitasi ekspor dengan fasilitas internasional. Garuda Indonesia bekerjasama dengan perusahaan bergerak dalam bidang agrobisnis. Ini sebagai upaya peningkatan pelayanan barang terkirim dan terjamin  hingga tiba di tempat tujuan.

"Ini merupakan pertama kali bagi Garuda Indonesia bekerjasama untuk pengiriman produk pertanian. Garuda sendiri telah memperbaiki layanan kargo untuk menjamin barang aman hingga tujuan," ujar Antoni Sugarnam, Manager Vice Marketing PT Garuda Indonesia Airlines (GIA) Cabang Surabaya di sela-sela launching ekspor perdana di Kompleks Pusat Kerajinan Kendedes, Singosari, Rabu (7/7/2010).

GIA bekerjasama dengan PT Valor Indonesia melakukan ekspor perdana produk pertanian berupa kacang kapri segar untuk memenuhi kebutuhan pasar sayur-mayur Jepang.

Produk ekspor perdana Kacang Kapri ini. Valor Grup hanya mengirimkan sebanyak 180 kilogram kacang kapri segar dengan tujuan Nagoya. "Sementara untuk pengiriman perdana kacang kapri ini, akan diberangkat pukul 6 sore dari Bandara Juanda Surabaya dengan tujuan Nagoya Jepang," tutur Anton.

Presiden Direktur PT Valor Indonesia, Atsuyuki Kawano mengatakan ekspor produk pertanian ini akan dilakukan secara bertahap hingga Bulan November 2010 mendatang. Setiap minggu mereka akan mengirimkan 14 ton kacang kapri ke Jepang.

"Kacang kapri kami dapat dari petani di wilayah Batu, yang mana bibit kacang  kapri dulunya dari kami," tuturnya.

Valor Grup kata Atsuyuki, bergerak dalam dibidang supermarket, home center, apotik, dan sport center dan memiliki 470 toko cabang dengan total penjualan mencapai Rp 35 triliun pada tahun 2010.

Atsuyuki menjelaskan, Indonesia memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar agrobisnis. Karena hasil produk  pertanian dari dua negara terbesar memproduksi produk pertanian yaitu Cina Dan  Australia terancam pencemaran pestisida dan global warming.

"Kini sangat diperlukan produk sayur-mayur sehat dan aman dan Indonesia mempunyai peluang  untuk memproduksi itu dengan luas wilayah cukup besar didukung SDM yang banyak," ungkap Atsuyuki.

Rencananya GIA akan bekerjasama dengan perusahaan trucking yang rencananya mulai diterapkan Agustus mendatang. Dalam kerjasama ini dinamakan Outbound Trucking Service yakni pengiriman barang berat diatas 250 kilogram. (wln/wln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini