Akibat dari peristiwa itu, anggota Komisi I ini harus kehilangan sebuah telepon seluler dan sebuah tas. Benda berharga itu diletakan korban di dalam mobilnya. Total kerugian mencapai Rp 5 juta.
Pelaku yang identitasnya masih misterius tersebut berhasil mengambil barang-barang korban setelah memecah kaca depan samping kiri. Diduga, pelaku beraksi sesaat mobil dengan nopol P 1116 VK tersebut diparkir korban.
"Saya tinggal sekitar setengah jam untuk belanja di swalayan," jelas Nur Muhammad, pada wartawan, Senin (5/6/2010).
Nur menceritakan, kejadian itu bermula saat dirinya berniat belanja pesanan Frina, istrinya. Sesampainya di swalayan yang dituju, korban memarkir mobilnya di depan Gedung Dewan Kesenian Blambangan, beberapa meter dari swalayan.
Namun sekeluar belanja, ia terkejut setelah mendapati kaca mobil bagian depan sebelah kiri pecah berantakan. Telepon seluler serta tas miliknya diketahui sudah raib dari tempatnya.
Tak satu pun orang yang mengaku melihat aksi perampokan itu. Padahal, suasana sekitar lokasi kejadian rame. Diduga pelaku merupakan pelaku lama. Selain cepat, pelaku terlihat sudah mengincar korban.
(fat/fat)










































