Puluhan massa berdemo berasal dari Desa Rawasan, Wadung, Beji, Kaliuntu dan Desa Mentoso, wilayah Kecamatan Jenu, Tuban. Mereka menggelar aksi dengan memblokir akses jalan menuju lokasi proyek yang berada di bibir pantai utara.
Pantauan di lokasi, warga sejak pagi telah bergerombol di sekitar lokasi pintu masuk akses jalan menuju proyek pembangkit listrik tenaga uap tersebut. Namun belum sempat aksi pemblokiran berlangsung memanas, pihak proyek langsung mengajak perwakilan mereka berunding.
Sebanyak 9 perwakilan warga langsung diajak masuk ke salah satu ruang bangunan proyek. Mereka yakni Amin, Suwarno, Hadi Saputra, Sutarlan, Karsono, Arif, Mulyono, Witono dan Khoiruman. Dari pihak proyek PLTU diwakili diantaranya, Djarot SH, dari pihak Proyek PLTU Tanjung Awar-Awar.
Perundingan berlangsung tertutup selama 3 jam berlangsung alot. Aksi ini dijaga ketat polisi Polres Tuban. Sementara massa lainnya masih bergerombol di sekitar jalan masuk proyek.
Salah satu perwakilan, Suwarno asal Desa Mentoso saat ditemui wartawan usai perundingan menyatakan, dalam seminggu hanya ada 5 lowongan yang bisa dijanjikan pihak proyek. Semuanya sebagai tenaga pembantu di kantor proyek.
"Kita hanya diberi kesempatan untuk 5 lowongan. Siapapun yang tertarik harus meminta rekomendasi dari kepala desa masing-masing," kata Suwarno saat ditemui di lokasi proyek PLTU Tanjung Awar-Awar, Desa Kaliuntu, Kecamatan Jenu, Tuban, Senin (5/7/2010).
Sedangkan salah saty peserta aksi dari Desa Kaliuntu, Faisol yang ditemui
menyatakan, sebenarnya warga menuntut dipekerjakan sesuai keahlian masing-masing. Karena mereka juga menyadari tidak memiliki skill untuk dipertaruhkan dalam mencari kerja di proyek tersebut.
"Kami sebenarnya hanya ingin dipekerjakan sesuai dengan kemampuan kita. Kalau memang bisa kita hanya sebagai pembantu, juga tidak masalah yang penting dipekerjakan," jelas Faisol.
Sementara Djarot, pihak proyek PLTU menyatakan, untuk saat ini belum ada lowongan banyak karena proyek ini juga masih berlangsung. Untuk sementara memang hanya ada 5 lowongan untuk warga.
"Memang kondisinya seperti itu, kita akan selalu berkoordinasi dengan kepala desa di ring 1 kalau memang ada lowongan kerja," kata Djarot.
(fat/fat)










































