"Dari data BPLS selama 18 bulan atau sejak Oktober 2008-April 2009 sekitar Jalan Raya Porong mengalami penurunan 90 cm atau setiap hari turun 5 cm," kata Humas BPLS, Achmad Zulkarnaen, kepada wartawan di Jalan Raya Porong, Jumat (2/7/2010).
Akibat penurunan tanah ini, hampir setiap kali musim hujan, jalan raya ini selalu terendam air. Untuk itu, BPLS mencoba mengatasinya dengan berupaya meninggikan jalan tersebut setinggi 1 meter.
"Harapannya agar musim hujan tahun depan tidak lagi tergenang," ujarnya.
Zul sapaan akrabnya juga mengaku jika saat ini, volume semburan lumpur Lapindo terus mengalami penurunan, jika semula 100 ribu meter kubik per hari, kini kurang dari 72 ribu meter kubik per hari.
"Ini bisa dilihat dari jarangnya pompa lumpur yang mengalirkan lumpur ke Sungai Kali Porong, serta tidak lagi bekerja keras lagi seperti dulu," pungkasnya.
(bdh/bdh)











































