Serentak warga sekitar lokasi tambang batu kapur di Dusun Bribing, Desa Tuwiri Kulon, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban mendatangi lokasi bencana. Mereka membawa cangkul, linggis dan perangkat lain untuk membantu mengeluarkan jasad Mardiyo (42), bapak dari Saeful korban yang telah berhasil dievakuasi asal Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak dan Suhadi (41), asal Desa Mayang, Kecamatan
Kerek, Tuban.
"Kami sebenarnya sudah saling mengingatkan kepada sesama blandong (penambang) kumbung, untuk hati-hati. Tapi bagaimana lagi ini kan sudah takdir mas," kata Dahlan (48), seorang penambang yang ditemui detikdurabaya.com di lokasi tambang, Kamis (1/7/2010).
Sementara jasad Saeful saat ditemukan langsung dievakuasi. Jasad Saeful ditemukan dalam keadaan terlentang, wajahnya hancur tertimpa gergaji batu dan reruntuhan batu yang ditambang. Jasad pemuda asal Desa Tuwiri Wetan itu, langsung dibawa ke rumahnya.
"Kami akan terus melakukan pencarian terhadap dua kawan penambang yang masih terjebak di dalam reruntuhan. Melihat kondisi runtuhnya tambang seperti ini, besar kemungkinan dua lainnya telah meninggal," kata Wito, penambang lainnya.
Dari pantauan detiksurabaya.com, tingkat ketebalan reruntuhan tinggi, karena lorong goa dari atas permukaan tanah memiliki kedalaman sekitar 30 meter. Namun, tak membuat warga patah semangat. Mereka tetap berupaya agar jasad kawannya berhasil dikeluarkan.
"Kalau pun nanti sampai malam belum ketemu akan kita teruskan besuknya. Semoga dua kawan kami yang terjebak segera ditemukan," tambah Wito.
(fat/fat)










































