Sesaat tiba di Polres Banyuwangi, tim yang berjumlah 5 orang langsung melakukan pertemuan tertutup dengan Kapolres Banyuwangi, AKBP Slamet Hadi Supraptoyo dan jajarannya.
Pertemuan tersebut berlangsung di ruang Rupatama, Polres Banyuwangi. Pertemuan
berlangsung sekitar 5 jam lamanya. Namun pertemuan tersebut dibantah Kapolres jika terkait insiden yang dialami oleh Komisi IX beberapa waktu lalu.
Menurutnya, kedatangan maupun pertemuan dengan Mabes Polri hanya membahas seputar Pemilukada Banyuwangi. "Hanya seputar Pemilukada," kata Kapolres Slamet kepada wartawan seusai melakukan pertemuan, Rabu (30/6/2010).
Pernyataan serupa juga disampaikan salah satu anggota tim Mabes Polri. Kedatangan
mereka hanya kegiatan dinas.
"Ini hanya kegiatan dinas saja. Kami perlu melihat situasi di bawah," jelas salah
seorang anggota tim, yang enggan menyebutkan namanya.
Meski begitu salah seorang sumber di Polres Banyuwangi, mengungkapkan jika
kedatangan tim dari Mabes Polri tersebut untuk menyelidiki insiden yang dialami
Komisi IX, Kamis (24/06/2010) lalu.
"Hasil penyelidikan harus selesai dalam tujuh hari," ungkap sumber Polres
Banyuwangi, yang berpesan agar tidak dipublikasikan identitasnya.
Penyelidikan ini buntut dari aksi FPI, LSM Gerak serta Forum Banyuwangi Cinta Damai, yang membubarkan paksa acara sosialisasi kesehatan yang dihadiri tiga Anggota Komisi IX. Atas insiden tersebut, Ketua Komisi IX, Ribka Tjiptaning melaporkan FPI dan Kapolres Banyuwangi, ke Komnas HAM dan Mabes Polri.
(fat/fat)











































