Direktur PT KA Ignatius Jonan mengaku perkiraan besaran kerugian dihitung berdasarkan pengeluaran untuk perbaikan 3 gerbong terguling dan rel yang
rusak parah.
"Ini satu gerbong kalau baru seharga Rp 2 miliar dan karena ini rusak perbaikan untuk menjadikannya seperti semula juga membutuhkan biaya yang tidak kecil. Belum lagi untuk perbaikan rel," ungkap Jonan di sela-sela kunjungannya ke lokasi kejadian, Rabu (30/6/2010).
Kerugian lain yang juga harus ditanggung PT KA yakni mengembalikan tiket calon penumpang yang gagal berangkat, setelah jadwal keberangkatannya terhambat. Meski tidak besar, hal tersebut diakui terjadi di sejumlah stasiun.
"Kita sebenarnya sudah mencoba tetap melayani, meski jalurnya dialihkan. Tapi kalau penumpang menolak, tiketnya ya kami kembalikan," ujar Jonan.
Jonan berharap kejadian tergulingnya KA Logawa menjadi yang terakhir, sehingga tidak terus menerus menimbulkan kerugian bagi PT KA. "Kami sendiri tidak memintanya, tapi kalau ada penyebab lain kami juga tidak bisa menolaknya," tandasnya.
Sebelumnya KA Logawa terguling di Saradan-Madiun, Selasa (29/6/2010) dan memakan 6 korban tewas dan 76 lainnya mengalami luka-luka. Belum diketahui penyebabnya kereta kelas ekonomi ini terguling.
(fat/fat)











































