Saksi mata, Hari Prastyawan, mengatakan, aksi perusakan itu terjadi sekitar pukul 07.30 WIB, Kamis (24/06/2010). Empat orang yang sudah diketahui identitasnya merusak Baliho berukuran 2x3 meter tersebut dengan cara merobek-robeknya menggunakan senjata tajam.
Lokasi perusakan terjadi di pertigaan jalan Dusun Srayut Desa Parijatah Wetan, Kecamatan Srono, Banyuwangi. Di kawasan setempat dikenal sebagai basis pasangan Abdullah Azwar Anas-Yusuf Widyatmoko.
Tidak terima baliho dirusak, Hari berupaya untuk menegur mereka. Namun justru pemuda anggota tim sukses Jalal-Yusuf Nuris, ini diintimidasi. Akibatnya, nyaris terjadi baku hantam antara Hari dan empat pelaku perusakan. Namun karena kalah jumlah, ia memilih untuk tidak meladeninya. Ia kembali pasrah setelah empat orang pergi dengan mengendari mobil sembari membawa sobekan baliho yang dirusak.
"Saya tanya kenapa kok dirusak? saya justru didorong-dorong dan diintimidasi. Mereka bilang daerah itu kawasan Gus Maki," jelas saksi mata, Hari Prastyawan, pada detiksurabaya.com saat melapor ke Panwascam Srono, Jumat (25/06/2010).
Hari menceritakan, perusakan itu dipergokinya setelah ia ditelepon seorang warga. Selanjutnya ia mendatangi lokasi perusakan seorang diri untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
Tim sukses pasangan Jalal-Yusuf Nuris merilis, di lokasi yang sama pernah terjadi hal serupa. Dua baliho kampanye mereka yang berukuran lebih kecil dirusak secara berturut-turut. Namun tidak diketahui siapa pelakunya.
"Sebelumnya ada dua baliho yang dirusak, di lokasi yang sama. Kami pasang lagi, dirusak lagi," jelas Judianto, Ketua Divisi Penggalangan massa, untuk pasangan Jalal-Yusuf Nuris, saat mendampingi Hari melapor ke Panwascam Srono.
Kasus perusakan baliho kampanye tersebut saat ini dalam upaya penyelesaian di Panwascam Srono. Panwascam akanĀ memanggil dua pihak dalam waktu dekat. Jika jalan musyawarah tidak tercapai, kasus itu akan dilimpahkan ke polisi.
"Akan kami pertemukan dulu dua pihak itu, jika tidak ada kesepakatan dalam musyawarah dengan terpaksa kami limpahkan ke polisi," jelas Ketua Panwascam Srono, Thoyib Huda, di kantornya.
(bdh/bdh)











































