Mereka mengaku mual dan muntah-muntah saat mengkonsumsi nasi dengan lauk ikan paut yang digoreng.
Salah seorang saksi dan santri, Tri Wulan (17) bahwa ada 18 santri mengkonsumsi nasi tersebut. Namun hanya 2 orang yang tidak mengalami keracunan termasuk dirinya. Sedangkan 16 temannya dibawa ke puskesmas.
"Kami memang biasa mengkonsumsi nasi dari kiriman teman-teman dari Pulau Raas, Madura. Tapi baru kali ini keracunan," terang Tri Wulan saat berbincang dengan
detiksurabaya.com dengan terbata-bata, Kamis (24/6/2010).
Selain muntah dan mual, para santri mengaku mengalami sesak nafas sehingga tidak mampu berbicara agak lama.
Sementara salah satu Pengurus Ponpes H Durri membenarkan para santrinya keracuanan, namun pihaknya tidak khawatir karena kondisi kesehatan santrinya sudah membaik. "Yang jelas memang keracunan, tetapi sudah mendingan (kondisi para santri, red)," singkat H Durri sata di puskesmas.
Sedangkan hasil pemeriksaan medis menyimpulkan jika mereka terkena intoksikasi makanan yang dikonsumsi. "Ya penyebabnya yang jelas karena bakteri," terang dr Zakaria.
Sementara ini tim medis masih memulihkan kadar cairan tubuh para pasien. "Paling lama hanya dua hari perawatan," tambah Zakaria.
Sementara identitas ke-16 santri yakni Sarianah (17), Halimatun Nisak (16), Qurrotun (17), Rustatik (18), Dewi (18), Yulia Putri (16), Musahroh (17), Kamila (17), Iswati (18), Mainatu (16), Tri Wulan (16), Mutmainnah (16), Sahrotul (16), Susmani (17) dan Bainatul Hasanah (15).
(fat/fat)










































