Jumadi ditemukan tewas menggantung di kamar oleh tetangganya, setelah sebelumnya dimintai bantuan pihak keluarga, yang curiga karena pintu terkunci rapat.
"Istrinya pulang dari pasar langsung teriak-teriak, katanya suaminya di dalam kamar tapi pintu dikunci. Lha saya yang diminta bantuan langsung mendobrak, dan setelah pintu terbuka Pak Jumadi gantung diri," tutur Wanto, salah seorang tetangga Jumadi saat ditemui wartawan di rumah duka, Rabu (23/6/2010).
Kejadian itu langsung dilaporkan ke perangkat desa dan dilaporkan ke Mapolsek Ngadiluwih. Petugas yang datang langsung melakukan olah TKP dan tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan.
"Sementara kami pastikan murni bunuh diri dan dari lokasi kami amankan seitas tali plastik warna putih yang dijadikan alat gantung diri," kata Kanit Reskrim Polsek Ngadiluwih, Aiptu Sarwo Edi.
Untuk proses otopsi lebih lanjut, polisi membawa jasad korban ke Puskesmas Ngadiluwih. Sedangkan penyebab dia nekat gantung diri masih diselidiki. Namun pihak keluarga kejadian ini diduga tak lepas dari pencabulan yang menimpa anaknya Intan. Gadis berusia 15 tahun dan duduk di bangku kelas VIII salah satu Madrasah Tsanawiyah swasta tersebut tengah hamil 7 bulan, tanpa diketahui suaminya.
"Keterangan sementara dari sejumlah tetangga memang demikian, tapi kami sendiri malah belum mendapatkan laporan kejadiannya," ujar Sarwo.
Polisi sendiri juga diakui Sarwo akan menyelidiki kasus tersebut secara terpisah. Khusus untuk dugaan pencabulan, akan dibuka menjadi kasus baru yang akan segera diselidiki.
"Korban sudah ada dan tinggal mendalami siapa pelakunya dan kapan. Kalau memang benar terjadi, pelaku akan kami jerat dengan Undang Undang Perlindungan Anak," tandasnya.
(wln/wln)










































