"Sepulang dari nonton sepak bola gajah di Lapangan Manggala Sakti saya menemukan amplop berisi kupon," tutur tutur Ari (22), warga Kecamatan Tulakan kepada detiksurabaya.com, Rabu (22/6/2010).
Ari menuturkan, dia menemukan amplop tergeletak di aspal Jalan Agus Salim. Merasa aneh, ia memungut dan membukanya. Setelah dibuka, ternyata paket mini tersebut berisi kupon undian lengkap dengan PIN dan nomor telepon penyelenggara.
Selain itu, juga terdapat selembar surat rekomendasi dengan menggunakan identitas dan logo kepolisian. Bukan itu saja, di atas secarik kertas terpampang foto sejumlah pejabat terkait di Jakarta beserta tanda tangan dan stempel lembaganya.
"Siapa yang tidak tergoda, wong hadiahnya Kijang Innova. Tapi akhirnya saya ragu karena beberapa kali saya hubungi nomor teleponnya tidak pernah aktif," tutur Ari kepada detiksurabaya.com.
Hal senada diakui Eko Setiawan (25), warga Desa Karanganyar, Kecamatan Kabonagung. Pria yang berprofesi sebagai penyiar radio itu menemukan mencurigakan tersebut saat hendak berangkat kerja. Bedanya, jenis hadiah yang ditawarkan adalah Daihatsu Xenia.
"Kuponnya masih saya simpan. Tapi terus terang dari semula saya tidak percaya. Lagian, kalau memang ada undian kan pasti diumumkan di media massa," tandasnya.
Eko mengakui, sebelumnya ia pernah mendapat kupon serupa. Tapi ujung-ujungnya, pelaku minta dikirim uang. Alasannya, untuk pembayaran biaya BPKB dan STNK.
Kasatreskrim Polres Pacitan AKP Sukimin dihubungi detiksurabaya.com, Rabu
(22/6/2010) mengimbau masyarakat tidak termakan dengan propaganda semacam itu. Apalagi penyelenggaranya pun tidak jelas dan terkesan tidak transparan.
"Modus operandinya bisa bermacam-macam. Kalau ada yang mengalami kejadian serupa, silakan melapor kepada kepolisian terdekat. Jangan sampai ada yang dirugikan atau menjadi korban," tegasnya.
(fat/fat)










































